Rabu, 09 April 2014

TERAPAN KOMPUTER PERBANKAN

TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI (TSI) PERBANKAN

Penerapan teknologi komputer dan telekomunikasi di perbankan (selanjutnya disebut teknologi sistem informasi perbankan dan disingkat TSI Perbankan) merupakan fenomena yang berkembang sangat luas dan cepat di perbankan nasional. Istilah ini mengacu ke ketentuan mengenai penggunaan Teknologi Sistem Informasi (TSI) oleh bank yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. Keberhasilan bank akan sangat ditentukan kualitas kinerja TSI, yang akan terus dikembangkan secara luas untuk memenuhi kepentingan bisnis bank dan nasabahnya. Kecenderungan proses otomatisasi ini akan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang, seiring dengan perkembangan perbankan nasional sebagai lembaga kepercayaan masyarakat dalam menjalankan fungsi sebagai perantara keuangan (financial intermediary).

Teknologi Sistem Informasi (TSI) adalah suatu sistem pengolahan data keuangan dan pelayanan jasa perbankan secara elektronis dengan menggunakan sarana komputer, telekomunikasi, dan sarana elektronis lainnya. Penggunaan TSI digunkan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. Diantaranya:
1. Penggunaan Teknologi Informasi Dalam Sistem Informasi Akuntansi
2. Penggunaan Sistem dan Teknologi Informasi Untuk Usaha Kecil
3. Teknologi Sistem Informasi (TSI) Perbankan

Yang berperan menggunakan teknologi sistem informasi
1. Dalam Hal Penyelenggaraan TSI Dilakukan Oleh Bank Sendiri :
  • Menerapkan Pengendalian Manajemen TSI
  • Melaksanakan fungsi audit Intern TSI
  • Memiliki alat monitor
  • Menerapkan prinsip2 sistem pengawasan dan pengamanan
  • Memiliki Disaster Recovery Plan (DRP)
2. Dalam Hal Penyelenggaraan TSI Dilakukan Oleh Pihak Ketiga :
  • Memastikan semua hal pada butir III.1 dipenuhi oleh pihak penyelenggara jasa TSI
  • Melakukan evaluasi secara berkala atas kehandalan penyelenggara jasa TSI
  • Membuat perjanjian tertulis
  • Menyampaikan laporan kepada BI


A.  PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMPUTER DI PERBANKAN.
Semakin majunya teknologi di dunia transaksi perbankanpun mulai mengunakan teknologi berbasis komputer untuk mempermudah transaksi dengan nasabah. yang tadinya melayani nasabah dengan harus bertemu / nasabah datang ke cabang2 bank yang disediakan oleh bank yang dia gunakan untuk menabung/infertasi menjadi lebih mudah karena bank mulai mengunakan teknoligi berbasis komputer dan sekarang sudah bisa mengakses lewat internet bahkan dengan mobile “HP” dengan SMS sudah banyak diterapkan bank.

Dalam dunia perbankan, perkembangan teknologi informasi membuat para perusahaan mengubah strategi bisnis dengan menempatkan teknologi sebagai unsur utama dalam proses inovasi produk dan jasa seperti :
- Adanya transaksi berupa Transfer uang via mobile maupun via teller.
- Adanya ATM ( Auto Teller Machine ) pengambilan uang secara cash secara 24 jam.
- Penggunaan Database di bank – bank.
- Sinkronisasi data – data pada Kantor Cabang dengan Kantor Pusat Bank.
Dengan adanya jaringan computer hubungan atau komunikasi kita dengan klien jadi lebih hemat, efisien dan cepat. Contohnya : email, teleconference.

Sedangkan di rumah dapat berkomunikasi dengan pengguna lain untuk menjalin silaturahmi (chatting), dan sebagai hiburan dapat digunakan untuk bermain game online, sharing file. Apabila kita mempunyai lebih dari satu komputer, kita bisa terhubung dengan internet melalui satu jaringan. Contohnya seperti di warnet atau rumah yang memiliki banyak kamar dan terdapat setiap komputer di dalamnya.

Pada dunia perbankan, perkembangan teknologi informasi membuat para perusahaan mengubah strategi bisnis dengan menempatkan teknologi sebagai unsur utama dalam proses inovasi produk dan jasa. Seperti halnya pelayanan electronic transaction (e-banking) melalui ATM, phone banking dan Internet Banking misalnya, merupakan bentuk-bentuk baru dari pelayanan bank yang mengubah pelayanan transaksi manual menjadi pelayanan transaksi yang berdasarkan teknologi.

Trend Produk Sistem Informasi Perbankan
Saat ini bank ritel di Indonesia memiliki produk dan layanan:
1.         Tabungan
2.         Deposito
3.         Giro
4.         Kartu Debit
5.         Kartu Kredit
6.         Perdagangan Bank Notes, Valas, dsb (Trade Finance)

Trend Transaksi
Jenis transaski sudah beragam baik menggunakan Kartu Debit, Kartu Kredit yang memanfaatkan jaringan ATM atau Debit Access Transaction umumnya di Cashier yang berlokasi di gerai, outlet tempat-tempat perbelanjaan.
Sebagai gambaran BCA dengan 750 kantor online-nya, dilengkapi 2.100 ATM yang mempunyai fungsionalitas memadai, dapat menghandle dengan baik 8,2 juta nasabahnya.
Dengan jumlah transaksi per hari 2,4 juta. Dari jumlah transksi tersebut rata-rata 821.000 transaski dilakukan melalui ATM, dengan kata lain tingkat pemakaian ATM-nya sebesar 3,9 kali. Sedangkan transaksi lainnya yang sudah lazim dilakukan meliputi:
•           Mengecek saldo
•           Fasilitas Pembayaran: Pemindahbukuan dan Penarikan Tunai
•           Fasilitas untuk menerima Pembayaran (speed collect)
•           Pembukaan dan pengecekan L/C

Layanan On Line Banking
Seperti ungkapan futurolog teknologi Nicholas Negroponte; bahwa dunia makin lama makin digital. Hal ini ditengarai oleh pesatnya perkembangan transaksi bisnis dan kegiatan non bisnis yang makin beralih ke pemanfaatan komputer on-line.
Dipicu oleh perkembangan Internet, makin meningkatnya kemampuan hardware dan software dengan kecepatan tinggi dan penyebaran komputer, makin menyadarkan nasabah bank akan berbagai kemudahan yang didapatkan dengan ketersediaan layanan On-line banking.
Saat ini standar layanan ritel banking kelas dunia seperti Chase Manhattan Bank, Bank Of America (BOA) bagi nasabahnya bukan saja menyediakan transakasi real-time, namun banyak lagi produk layanan berbasis on-line seperti:
  • Packet S/W (Windows) gratis dan tak terbatas sebagai antisipasi memenangkan persaingan teller-less.
  • Packet software keuangan (Quicken, MoneyOne, BankNow)
  • Packet Entreprise Resourches Planning (ERP software) yang tentunya sangat dibutuhkan dalam mengelola bisnisnya.
Kesemua software bantuan tadi dapat diakses, berkat tersedianya portal khusus yang dimiliki oleh setiap Bank.

Ketersediaan Teknologi dan Dampaknya
Perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika mengarah ke konvergensi dan dipicu oleh ketatnya kompetisi, melahirkan berbagai inovasi dan lompatan teknologi Telematika.
Paradigma diatas sangat mempengaruhi pola dan strategi bisnis, tidak terkecuali industri perbankan. Tuntutan keragaman,kemudahan, kecepatan dan harga jasa yang sangat murah semakin cepat mengemuka.
Bagi sektor perbankan yang sangat mengutamakan unsur kepercayaan dan efisiensi serta layanan berkualitas, perlu menata ulang bisnisnya dengan mencermati ketersediaan inovasi teknologi serta dampaknya bagi kelangsungan dan pertumbuhan bisnisnya.

Berikut diuraikan teknologi dan dampaknya bagi perbankan
A. Internet
Merupakan jaringan media informasi global untuk umum berkecepatan tinggi, yang menghubungkan setiap PC dengan PC lain melalui modem.
Manajemen operasinya diatur melalui Penyedia Jasa Internet (ISP) yang terhubung dengan International Internet Gateway, sehingga setiap individu dengan PC yang dilengkapi modem dapat berkomunikasi, bertukar informasi atau hanya sebatas mencari informasi keseluruh belahan dunia.

B. Intranet
Jaringan komunikasi intuk keperluan internal, yang mampu membuat sesama karyawan dapat bertukar informasi dan bertukar pengetahuan ataupun media penyampaian informasi kebijakan perusahaan pengganti majalah, bulletin di internal perusahaannya (private network).

C. Extranet
Jaringan komunikasi yang dibangun dari saru perusahaan ke perusahaan lainnya untuk saling bertukar informasi, bertransaski dari dan ke supllier, pelanggan dan pelaku bisnis lainnya.

D. World Wide Web (www)
Entitas yang paling cepat tumbuh dalam fasilitas Internet, yang menyediakan fasilitas dan kemudahan dalam membuka atau mengirim informasi melalui saluran/ links “hypertext”.
Dengan entitas ini memudahkan setiap komputer yang terhubung ke Web secara cepat mendapat akses informasi umum dari setiap komputer lainnya di Internet, walaupun jumlah informasinya banyak atau dari tempat yang jauh.

E. e- commerce
Merupakan aplikasi perdagangan yang memanfaatkan fasilitas Internet, yang menjadikan setiap individu/ perusahaan dapat secara langsung tersambung secara digital ke perusahaan/individu lainnya untuk melakakukan transaksi bisnis.
Pemanfaatannya saat ini dapat dikategorikan dalam:
  • Business to Business
  • Business to Customers
Agar keduabelah pihak dapat bertransaksi secara langsung, terlebih dahulu harus dibangun 2 sistem yang terintegrasi:
Ø  Interactive order entry and processing
Menjamin tersedianya fasilitas bertransaksi mulai, Informasi produk dan specifikasinya (e-marketplace), Pemesanan (Placing Order), Order Processing sampai pemenuhan Order (e-fulfillment)
Ø  On-line payment
Fasilitas internet yang memungkinkan pembayaran dilakukan secara on-line antara pembeli ke Bank atau Credit Card, setelah proses order terpenuhi persyaratannya (e-fulfillment). Fasilitas ini menggantikan proses dagang konvensional seperti : pesan lewat Fax, e-mail, pembayaran dengan L/C sampai monitoring kelengkapan dokumennya.

F. e- retail
Forrester Research, November 2000 mengatakan, penjualan ritel melalui internet akan mencapai USD 92 juta pada 2001. Hal ini membuktikan jalur internet telah memantapkan diri sebagai perantara penjualan dengan pertumbuhan tercepat.
Umumnya kegiatan e-retail meliputi:
  • Pengembangan model bisnis
  • Disain situs WEB
  • Pengembangan dan manajemen kontent
  • Kemitraan dan aliansi
  • Akusisi pelanggan
  • Desain rantai persediaan
  • Model pemenuhan pelanggan (e-fulfillment)
  • Rencana skalabilitas
  • Integrasi dan eksekusi balik layar (back end)
  • Cara mempertahankan pelanggan
  • Ekonomi jangka panjang
Beberapa hal perbedaan e-retail dengan retail konvensional :
  1. Kecepatan menanggapi: Lebih cepat menerima dan memproses pesanan.
  2. Akses pelanggan terhadap informasi: Semakin ekstensif dan selalu up-to-date
  3. Area jual beli yang selalu berubah: pperkenalkan produk baru berdasarkan permintaan konsumen, bukan siklus perkembangan produk
  4. Kemantapan eksekusi: selain kesediaan produk dan kemudahan pembayaran, konsumen juga menuntut kecepatan pengiriman produk.
Ada 5 (lima) kunci pokok untuk mencapai sinkronisasi supply chain, yaitu:
Ø  Kesempurnaan operasional: Perencanaan pengantaran dan menerapkan konsekuensi perubahan atas upaya mengimplementasi kerangak peningkatan kinerja.
Ø  Terobosan dengan memanfaatkan web, untuk pengurangan berlipat ganda biaya dari tiap proses.
Ø  Menciptakan kerjasama baru
Ø  Mengolola kompleksitas dalam waktu seketika
Ø  Mengoptimalisasi hal-hal tak terduga
Tercapainya kelima kekuatan diatas akan sangat membantu dalam mengimplementasikan strategi rantai persediaan, antara lain menyegmentasi berdasarkan kebutuhan pelanggan dan merencanakan sesuai kondisi pasar serta menyesuaikan jaringan logistik agar mencapai kesempurnaan e-retailing.

G. e- government
Sistem informasi pemerintahan yang berbasis web dan internet protocol untuk meningkatkan pelayanan pemerintah kepada warganya secara cepat dan murah. Contoh aplikasinya meliputi : KTP, Pajak, Fiskal dan SIM on-line.

H. e- resourches
Suatu bentuk Sistem Informasi Manajemen Pengelolaan Pendapatan Bagi Hasil Eksplorasi Sumber Daya Alam (SDA) yang saat ini masih diimplementasikan dibidang kelautan, dimana Pemerintah selaku pemegang hak pengelolaan membuat situs Internet tentang seluruh kandungan kekayaan alam, kebijakan ekploitasi, pola bagi hasil dan tatacara pembayarannya.
Pendapatan bagi hasil dengan investor yang mengeksploitasi SDA tersebut dikelola secara on-line ke Bank.




I. LAN –sharing
Merupakan teknologi peng-optimalasasian jaringan sehingga dapat digunakan bersama-sama baik dalam Bank serempak dengan LAN Nasabah, dengan pembatasan-pembatasan penggunaan fungsi, akses datanya dan menjamin keamanan data base masing-masing pengguna.

J. Portal
Pintu gerbang bagi pengguna Internet, sehingga memungkinkan untuk pencarian, bertukar informasi, memperoleh informasi tertentu secara up to date hingga melaksanakan transasksi berbasis web (e-commerce, dsb)
Kesepuluh inovasi teknologi telematika di atas merupakan satu kesatuan yang saling terintegrasi dan berdampak langsung terhadap pola bisnis dan persaingan.
Perusahaan-perusahaan yang adaptif dalam memanfaatkan kesepuluh teknologi di atas bukan hanya mencapai efisiensi usaha, namun juga mendapatkan banyak manfaat dalam menata ulang usaha dan menyusun skenario pertumbuhannya, sampai dimanfaatkan sebagai alat strategis untuk membangun berbagai keunggulan dalam memenangkan persaingan yang cenderung semakin terbuka dan meng-global.


B.  KRITERIA PEMILIHAN TEKNOLOGI PERANGKAT LUNAK PERBANKAN
Lembaga keuangan di Indonesia, termasuk bank, sudah lebih cepat dan intensif dibandingkan sector atau jenis industri lainnya dalam menerapkan teknologi computer dalam memberikan pelayanannya ke nasabah. Jasa-jas ini meliputi pembayaran komputerisasi (pemindahan dana melalui computer dengan fasilitas jaringan komunikasi datanya); jasa penyetoran dan pengambilan dana secara otomatis melalui ATM atau berbagai jenis kartu plastic; homebanking dan internet banking serta fasilitas pelayanan lainnya. Beberapa contoh jenis teknologi computer tersebut diantaranya mesin Automated Teller Machine (ATM), berbagai jenis kartu kredit, Point of sales (POS), electronic fund transfer system, dan otomatisasi kliring.

Fungsi teknologi informasi (TI) telah mengalami perubahan dan perkembangan pesat pada decade terakhir ini. Fungsi TI yang semakin khusus mendorong setiap bank untuk membentuk bagian, departemen, atau unit kerja khusus tersendiri. Walaupun struktur tersebut tergantung pada berbagai factor misalnya skla bisnis dan beban kerja, tetapi unit kerja tersebut mencerminkan 2 aspek kegiatan yaitu aspek pengembangan teknologi dan aspek operasionalnya.
Fasilitas pengolahan data yang tersedia di bank saat ini merupakan hasil kemajuan teknologi dan kebutuhan untuk menjalankan operasi secara sistematis dan baik sesuai dengan aliran masuk dan keluar dana bank. Fasilitas tersebut berfungsi untuk menangani, memilih, menghitung, menyusun, melaporkan, dan mengirimkan informasi. Jadi penggunaan TI di bank dimaksud adalah untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengelolaan data kegiatan usaha perbankan sehingga dapat memberikan hasil yang akurat, benar, tepat waktu, dan dapat menjamin kerahasiaan informasi (sesuai peraturan Bank Indonesia).

Fungsi TSI yang tepat tidak terlepas dari criteria pemilihan jenis teknologi yang akan digunakan oleh bank. Sistem aplikasi computer yang digunakan di bidang perbankan harus bisa mengakomodasikan semua kebutuhan bank dan sesuai dengan ketentuan otoritas moneter (salam hal ini adalah Bank Indonesia). Hal ini memerlukan pemilihan software computer mengingat jenis software yang ada dan ditawarkan di pasar relative banyak. Secara umum pemilihan ini berdasarkan kesesuaian antara kapasita bank dengan fasilitas atau kemampuan software yang akan dipilih sehingga investasi yang telah dikeluarkan benar-benar efektif dan memberikan nilai tambah terhadap bank.

Sebagai contoh, Bank yang kapasitasnya relative kecil, misalnya Bank Perkreditan Rakyat atau BPR kurang relevan bila menggunakan system aplikasi computer yang menyediakan fasilitas transaksi dalam valuta asing atau pengelolaan giro. Hal ini menginbgat bahwa BPR tidak boleh melakukan transaksi dalam valuta asing dan tidak ikut dalam lalu lintas pembayaran giral. Penggunaan software tersebut menjadi tidak efisien dan biaya investasinya lebih besar dibandingkan dengan nilai tambah yang dihasilkannya.

Kriteria pemilihan software computer perbankan yang baik sesuai dengan kebutuhan bank secara umum berdasarkan pertimbangan-pertimbangan berikut:
1. Kemampuan dokumentasi atau Penyimpanan Data
Jenis dan klasifikasi data bank yang relative banyak harus bisa ditampung oleh software yang akan digunakan, termasuk pertimbangan segi keamanan datanya. Jumlah nasabah serta frekuensi dan jumlah transaksi harian yang besar memerlukan memory computer yang besar, selain memerlukan kecepatan prosesor yang tinggi juga. Sebagai contoh BPR kurang efisien jika menggunakan mesin besar, misalnya AS/400 dalm operasionalnya karena kapasitas dan cakupan geografis BPR biasanya relative kecil.

2. Keluwesan (Flexibility)
Operasional bank selalu berkembang dengan kebutuhan yang berubah-ubah dan mungkin bertambah di kemudian hari walaupun informasi dasarnya tetap sama. Kondisi ini harus bisa diantisipasi oleh perangkat lunak computer sampai batas-batas tertentu. Setiap bank mempunyai system dan prosedur yang mungkin berbeda meskipun data atau informasi dasar yang diolahnya sama. Perangkat lunak computer yang fleksibel dapat digunakan oleh dua bank yang kapasitasnya sama tetapi system dan prosedurnya berbeda.

3. Sistem Keamanan
Sebagai lembaga kepercayaan masyarakat (agent of trusth), bank memerlukan system keamanan yang handal untuk menjaga kerahasiaan data atau keuangan nasabah; serta mencegah penyalahgunaan data atau keuangan oleh pihak lain yang tidak bertanggung jawab. Software computer perbankan yang baik harus menyediakan fasilitas pengendalian dan pengamanan tersebut.

4. Kemudahan penggunaan (user friendly)
Pengertian mudah dioperasikan bukan berarti setiap pemakai (user) bisa mengakses ke software tersebut tetapi petugas yang memang mempunyai kewenangan mudah mengoperasikan proses yang menjadi tanggung jawabnya. Tahap input, proses, dan output yang dilakukan pada software tersebut tidak menjadi penghambat dalam kegiatan perbankan secara keseluruhan. System aplikasi computer yang baik bahkan dapat mendeteksi kesalahan pengoperasian yaitu dengan memberikan error message dan memberikan petunjuk pemecahan masalahnya.

5. Sistem Pelaporan (Reporting system)
Data atau informasi yang dibutuhkan harus bisa disajikan dalam bentuk yang jelas dan mudah dimengerti. Bank memerlukan laporan-laporan yang lengkap dan jelas tersebut terutama dalam proses pemeriksaan (audit) atau penyajian laporan yang bisa dimengerti oleh pihak-pihak yang berkempentingan dengan harapan keuangan setiap bank menjadi lebih transparan dan bisa dipertanggungjawabkan.

6. Aspek Pemeliharaan
Kinerja software perbankan diharapkan relative stabil selama bank beroperasi. Kondisi ini memerlukan aspek pemeliharaaan yang baik, dalam arti secara teknis tidak sulit dilakukan dan tidak membutuhkan biaya yang relative mahal. Pemeliharaan ini juga menyangkut pergantian atau perbaikan teknis peralatan dan modifikasi atau pengembangan software.

7. Source Code
Software perbankan biasanya merupakan program paket yang sudah di-compile sehingga menjadi excecutable file. File program tersebut relative tidak bisa dirubah atau dimodifikasi seandainya bank menginginkan perubahan atau fasilitas tambahan dari software tersebut. Kondisi ini bisa diatasi jika pihak bank mempunyai dan memahami software tersevut dalam bentuk bahasa pemrograman aslinya atau source code.


C.  STRUKTUR INFORMASI DAN HUBUNGAN ANTAR SUB SISTEM APLIKASI BANK
Fungsi teknologi informasi di sector keuangan, termasuk perbankan secara umum adalah untuk meningkatkan daya saing bank yang ditunjukkan dengan kecepatan, ketepatan, efisiensi, produktifitas, validitas dan pelayanan yang semakin meningkat. Peningkatan kinerja dan daya saing bank tersebut dimungkinkan dengan keberadaan teknologi informasi yang bisa berfungsi sebagai media yang bias melakukan transaksi, mencakup wilayah geografis yang luas, analisis data, otomatisasi operasional bank, penyedian informasi, memproses kegiatan bank secara sekuensial, pengelolaan pengetahuan berbasis teknologi, serta fungsi disintermediasi yang memungkinkan pihak bank dan nasabahnya seolah-olah tidak ada penghalang dalam memenuhi kebutuhannya masing-masing.

Konsep front office yang lebih mendekati sisi nasabah dan konsep back office yang lebih mendekati sisi bank sebagai lembaga keungan yang harus mencatat, mendokumentasikan, dan atau mempublikasikan informasi keuangan, menyebabkan system aplikasi perbankan terdiri dari sub-sub system yang saling berkaitan sesuai dengan tahap-tahap pemrosesan dan jenis-jenis data keuangan.

Hubungan antar sub sistem aplikasi pada operasional bank
Konsep front office yang lebih mendekati sisi nasabah dan konsep back office yang lebih mendekati sisi bank sebagai lembaga keungan yang harus mencatat, mendokumentasikan, dan atau mempublikasikan
informasi keuangan, menyebabkan system aplikasi perbankan terdiri dari sub-sub system yang saling berkaitan sesuai dengan tahap-tahap pemrosesan dan jenis-jenis data keuangan.

sumber :
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/05/teknologi-sistem-informasi-tsi-perbankan/
http://depoysweet.blogspot.com/2013/04/teknologi-sistem-informasi-tsi-perbankan.html
http://blog.pasca.gunadarma.ac.id/2012/05/04/perkembangan-teknologi-komputer-di-perbankan/

http://ri2stugas.blogspot.com/2011/05/struktur-informasi-dan-hubungan-antar.html

Kamis, 09 Januari 2014

ANALISIS DATA FLOW DIAGRAM 2

                


           Pada kali ini kita akan menganalisis sebuah data flow diagram dari data penjualan. Diagram diatas merupakan salah satu diagram level 0 atau logical data flow diagram.

       Gambar data flow diagram diatas memiliki entitas eksternal berupa pelanggan dan bank, dan memiliki alur data penyimpanan berupa jurnal penjualan. Berikut ini penjelasan dari gambar 1.0:
PROSES 1
Pelanggan akan melakukan pembayaran atas kewajiban nya dan kemudian pihak yang bersangkutan akan menerima pembayaran, menuliskan rincian pembayaran yang dilakukan oleh pelanggan. Contohnya : pelanggan yang sudah benar-benar menerima sebuah apa yang dibutuhkan, maka mereka akan membayar seharga yang ditetapkan. Kita akan menerima pembayaran dari pelanggan dan akan menuliskan ringkasan penerimaan pembayaran berupa struk untuk pelanggan dan berupa data didalam sebuah sistem yang menuliskan transaksi-transaksi yang terjadi.
PROSES 2
    Setelah tadi dalam proses pertama sudah mendapatkan sebuah rekaman sebuah penerimaan dari pelanggan, maka kita akan membandingkan kas yang telah tersimpan dan rincian data dari transaksi-transaksi yang terjadi. Jika hasil kas dan rekaman transaksi-transaksi telah sama, maka akan dilanjutkan kedalam proses selanjutkan. Sedangkan hasil kas dan rekaman sebuah transaksi berbeda maka ada prosesnya tersendiri.
PROSES 3
    Jika proses membandingkan kas dengan rekaman transaksi tadi sama, maka akan dilanjutkan menyimpan kas berupa deposit dalam sebuah bank. Sedangkan terjadi perbedaan antara kas dan rekaman transaksi, maka semua yang menyimpan sebuah data dari ringkasan penerimaan akan dilihat kebenarannya, kemudian pada catatan penjualan juga dipastikan apakah ada kesalahan atau tidak. Jika semua  rekaman transaksi-transaksi sudah benar, maka jurnal penjualan pun dapat diperbaiki dengan melihat hasil-hasil rekaman transaksi.


Rabu, 01 Januari 2014

ANALISIS JURNAL SPRINGER

A review of information flow diagrammatic models
for product–service systems


C. Durugbo & A. Tiwari & J. R. Alcock

Received: 31 March 2009 / Accepted: 29 January 2010 / Published online: 13 June 2010
# Springer-Verlag London Limited 2010

Gambar 1. Data flow diagram mengenai sistem informasi untuk melakukan pelehan dengan laser secara selektif sebagai sistem layanan produk industri

Data Flow Diagram diatas mengenai arus informasi untuk sistem layanan produk. Jurnal yang saya dapatkan membahas sistem layanan sebuah pelayanan produk yang mengkombinasikan produk dan jasa untuk menciptakan nilai dalam pelayanan dan manufaktur. Yang didalamnya memiliki kunci dari arus informasinya yaitu sistem pelayanan produk, permodelan diagram dan fungsi yang berorientasi dalam desain.

Penjelasan Gambar 1:
Proses 1 yaitu memilih layanan yang kemudian alur data nya merupakan kode layanan yang pada akhinya sampai didalam proses 2, yaitu memeriksa rincian pelanggan dengan alur data kode pelanggan menuju ke proses 3. Didalam proses 3 yaitu memeriksa rincian mesin dalam alur data kode mesin menuju ke proses 4. Proses 4 yaitu memeriksa ketersediaan layanan, dengan alur data kode layanan yang masuk kedalam proses 5. Proses 5 yaitu memperbaharui catatan, didalam proses kelima ini memilika 4 alur data yang pertama itu alur data kode mesin yang sampai pada penyimpanan data berupa catatan pelanggan dengan kode C1 yang didalam penyimpanan data ini juga ada alur datanya yaitu status pelanggan menuju ke proses 2 lagi, alur data kedua dari proses kelima yaitu kode layanan menuju ke penyimpanan data catatan mesin dengan kode M1 yang didalamnya juga terdapat alur data status pelanggan menuju proses 3, alur data ketiga dari proses kelima yaitu kode mesin menuju ke penyimpanan data catatan pelayanan tim dengan kode T1 yang memiliki alur data juga yaitu ketersediaan layanan menuju proses 4, dan alur data terakhir yaitu harga rinci menuju proses 6. Proses 6 membahas tentang penyelesaian harga, yang alur datanya yaitu penerimaan menuju ke entitas eksternal pelanggan berkodekan c yang memiliki alur data menuju proses 6 kembali yaitu pembayaran.
            Dalam proses 1 juga menerima sebuah alur data yaitu tipe pelayanan dari sebuah entitas eksternal pelanggan yang berkodekan ‘c’ yang memiliki alur data tipe layanan juga yang menuju proses 7. Proses 7 yaitu memilih layanan yang memiliki 2 alur data yang pertama yaitu kode pelatihan menuju proses 8, yaitu memeriksa jadwal pelatihan yang alur datanya kode pelatihan menuju proses 5 , proses 8 juga menerima 2 alur data dari entitas eksternal pelatihan standar berupa panduan pelatihan dan alur data rincian pelatihan dari penyimpanan data catatan bisnis dengan kode R1. Alur data kedua dari proses 7 yaitu kode pembiayaan menuju proses 9 memeriksa informasi kredit yang alur datanya kode mesin menuju ke proses 5. Dalam proses 9 juga menerima 2 alur data yaitu pertama rincian pembiayaan dari entitas eksternal yaitu biro kredit dan kedua rincian ketersediaan dari penyimpanan data catatan bisnis dengan kode R1.
            Dalam proses 6 menerima sebuah alur data harga mesin dari proses 11 yaitu memilih mesin,  dalam proses 11 juga memiliki 2 alur data lagi sama-sama kode mesin tetapi yang pertama menuju ke penyimpanan data catatan mesin dengan kode M1 dan kedua catatan penjualan dengan kode S1. Penyimpanan data kedua dari proses 11 juga memiliki alur data harga mesin menuju proses 10 yaitu memeriksa harga dan alur data proses 10 itu rincian penyelidikan menuju ke proses 11 lagi.

Kesimpulan:
            Data Flow Diagram yang saya lihat dari gambar merupakan diagram rinci, karena didalamnya sudah terdapat penyimpanan data dan entitas eksternal juga alur bagaimana kita membaca sebuah diagram alur. Sehingga dengan mudah kita membacanya tanpa harus bingung melanjutkan membaca diagram tersebut. Jadi, angka 1, 2 dan 3 didalam sebuah bulatan kecil itu termasuk arahan bahwa bagaiaman kita membaca diagramnya. Penjelasan gambar diatas merupakaan pembacaan dari alur sedangkan dari konsep saya akan dijelaskan lagi dibawah ini:


Pertama-tama pelanggan dapat memilih pelayanan yang diperlukan, dilakukan pemeriksaan data-data pelanggan yang diambil dari tempat penyimpanan sebuah data pelanggan, setelah diperiksa kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap data mengenai mesin yang digunakan dari tempat penyimpanan data mesin, kemudian data mesin telah didapatkan lalu, dilakukan pemeriksaan lagi pada ketersediaan pelayanan, dilakukan pembaharuan pada tempat penyimpanan data bagi pelanggan, mesin dan anggota tim pelayanan, jadi data pelanggan dan pelayanan sudah didapatkan, kemudian didapatkan data-data pembayaran yang harus dibayar oleh pelanggan untuk mendapatkan jasa.
Kedua mengenai penyelesaian pembayaran, harga akan didapatkan dari pemilihan pelayanan dan mesin. Dalam pelayanan melakukan pemeriksaan pada jadwal pelatihan pekerja yang sudah dimiliki standart pelatihan dan mengambil data lengkap didalam tempat penyimpanan bisnis agar mendapatkan informasi pelatihan bagi pekerja. Setelah itu akan didapatkan jasa kredit lewat biro tersedia kredit dengan memeriksa ketersediaan jasa kredit didalam tempat penyimpanan bisnis.
Ketiga mengenai pengecekan harga yang diambil dari tempat penyimpanan penjualan kemudian akan memeriksa secara lengkap tentang harga dan mesin yang akan digunakan pemilihan mesin kemudian data-data mesin akan dimasukkan ke tempat penyimpanan penjualan dan mesin, lalu data-data mesin akan diletakkan ke bagian pembayaran kemudian pelanggan akan menerima seluruh tagihan untuk jasa, dan jasa akan dilakukan jika tagihan sudah dibayar.


~ banyak sekali kesalahan dalam pembacaan diagram diatas ataupun jurnal, namun yang penting dari usaha kerja keras kalian ingin mencoba lebih baik dari pada tidak sama sekali. :))
            

Selasa, 24 Desember 2013

RANGKUMAN DFD (Data Flow Diagram)

              Saat ini kita akan membahas mengenai DFD(Data Flow Diagram) atau bisa kita sebut pula sebagai diagram arus data. Disini akan kita bahas mengenai definisi, fungsi, langkah-langkah cara membuat dan bagian-bagian dari DFD beserta ciri-ciri dan simbol-simbolnya.

Pertama-tama akan kita bahas mengenai definisi DFD:
            Data Flow Diagram atau DFD merupakan sebuah gambaran dari arus sistem yang telah ada atau sistem yang baru akan dibuat yang kemudian dikembangkan secara logika tanpa melihat lingkungan fisik dimana data tersebut akan mengalir. Dengan menggunakan Data Flow Diagram maka para pemakai sebuah sistem pada komputer yang baru, tidak akan kesulitan untuk membaca bagaimana alur sistem tersebut berjalan. DFD pun membantu untuk memahami logika dari rangkuman yang kemudian diubah menjadi sebuah simbol-simbol.
Simbol pada DFD:

gambar 1.1 simbol DFD


Pengertian simbol yang terdapat pada gambar 1.1:
-         Entitas  biasanya diberi nama dengan kata benda.
-         Aliran data merupakan perpindahan data dari satu titik ke titik yang lain (penggambarannya dengan cara kepala tanda panah mengarah ke tujuan datanya.
-      Proses biasanya selalu menunjukkan suatu perubahan data dan terjadinya proses transformasi data.
-    Penyimpanan Data (data store) diberi nama dengan kata benda, sesuai dengan data yang disimpan didalamnya.
           
Nah, itulah simbol dan definisi saya mengenai Data Flow Diagram. Setidaknya secara singkat kita mengerti apa itu DFD. Sebelum kita membuat sebuah Data Flow Diagram lebih baik mengetahui fungsinya terlebih dahulu.

Fungsi Data Flow Diagram atau DFD:
  1.   Alat pembantu model yang membantu para profesional sistem untuk menggambarkan sistem menjadi suatu jaringan proses fungsional yang terhubung satu dengan yang lain, baik secara manual atau komputerisasi dari alur data.
  2.  Alat pembantu model pada sebuah fungsi-fungsi sistem, dimana fungsi tersebut terlihat lebih penting dari pada data yang dimanipulasi oleh sistem. Intinya disini, DFD lebih menekan hanya pada fungsi-fungsi sistem.
  3. Alat perancangan sistem yang berorintasi pada alur data dengan konsep dekomposisi yang digunakan untuk mebuat sebuah gambaran dan rancangan mengenai sistem tersebut sehingga mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada para pemakai dan pembuat program.


Itulah beberapa fungsi dari Data Flow Diagram atau DFD. Jika kita sudah mengerti definisi dan fungsi dari DFD, maka baru kita simak cara-cara atau langkah pembuatan Data Flow Diagram.

Cara Membuat Data Flow Diagram:
1.      memberi nama pada komponen DFD
2.      memberi nomor pada setiap alur DFD
3.      menggambar sesering mungkin DFD agar enak dilihat
4.      hindari pembuatan DFD yang rumit untuk pemula
5.      memastikan bahwa DFD yang kita buat konsisten dengan sistem

Setelah kita mengetahui cara membuat Data Flow Diagram, maka kita juga harus mengetahui bagian-bagian dari DFD tersebut. Data Flow Diagram memiliki 3 bagian, simak pengertiannya dibawah ini.

Didalam DFD terdapat 3 level, yaitu :
1.      Diagram Konteks : menggambarkan satu lingkaran besar yang dapat mewakili seluruh proses yang terdapat di dalam suatu sistem. Merupakan tingkatan tertinggi dalam DFD dan biasanya diberi nomor 0 (nol). Semua entitas eksternal yang ditunjukkan pada diagram konteks berikut aliran-aliran data utama menuju dan dari sistem. Diagram ini sama sekali tidak memuat penyimpanan data dan tampak sederhana untuk diciptakan.

gambar 1.2 diagram konteks


2.    Diagram Nol (diagram level-1) : merupakan satu lingkaran besar  yang mewakili lingkaran-lingkaran kecil yang ada di dalamnya. Merupakan pemecahan dari diagram Konteks ke diagram Nol. di dalam diagram ini memuat penyimpanan data.

gambar 1.3 diagram zero


3.      Diagram Rinci : merupakan diagram yang menguraikan proses apa yang ada dalam diagram Nol.
gambar 1.4 diagram rinci


Saya menulis dengan kemampuan atau kata-kata saya sendiri, dan pastinya ada yang merangkum atau copy paste dari blog-blog orang atau sebuah link dibawah ini: