Minggu, 30 Juni 2013

CAKE

          Denger nama judulnya saja sudah kepengen. Memang yang nama nya kesukaan susah banget dijauhin. Hehehehe, setiap jalan kemana aja saat ketemu sama toko-toko yang menjual kue engga bisa ditolak untuk membeli. Selalu saja mampir membeli.

          Kalau ditanya bosen apa enggaknya sama kue atau biasa dibilang cake sih enggak pernah bosen. Mau dihidangin tiap hari pun tetep aja engga bosen, malah seneng banget. Apalagi cake coklat, heeeeemmmmm enak banget pastinya. Mau diapain juga cake itu selalu enak. Sudah banyak beberapa toko kue yang saya cobain. Pasti yang paling enak tentu aja yang udah terkenal ya. Tapi kadang yang biasa di buat home made , tidak punya toko tertentu enak kok. Tergantung bagaimana adonannya dibuat, hihihihi.

          Terkadang lebih suka makan cake ketimbang nasi, kalau udah makan cake selalu lupa sama nasi. Yaaa, sampai harus diatur dulu makannya sama orang lain. Harus makan nasi dulu, baru dibolehin beli cake. Lebih sering sih beli cake yang hanya sepotong-sepotong aja yang harganya sekitaran 5.000-40.000. Alasannya ya biar bisa beli bermacam-macam bentuk cake, walaupun rasa dasarnya coklat tapi rasanya bisa aja loh berbeda :D

          Enggak salah loh beli apa yang kita sukain keseringan, ya itu kan udah termasuk hobi. Bisa juga untuk menghibur diri kita, sering banget nih kalau lagi banyak tugas atau pikiran jadi pengen banget beli cake apalagi kalau udah makan itu, heeemmmm otak rasanya fresh banget. Jadi udah enggak terlalu terbawa berat dengan apa yang membebani diotak kita. Apalagi kalau lagi sedih, pasti dia nemenin kita setia banget rasanya. Heheheh.

          Sampe temen selalu bilang, ‘emang engga bosen ya ?’ atau keluarga lihat pulang-pulang bawa cake pasti bilangnya ‘uangnya ditabung jangan beli beginian terus’.

          Selain cake kadang suka juga sama cupcake, tapi jarang sih beli cupcake. Karena enggak seberapa suka sama cupcake. Kalau digratisin sih cupcakenya mau aja , hahahahaha. Tapi kalau untuk beli masih mikir dulu. Sedangkan kalau cake ditahan-tahan enggak beli rasanya jadi aneh banget.
          Namanya juga hobi, emang susah dipisahin dari diri kita. Mau dihindari kayak apa juga tetep aja susah. Kalau udah ngelihat bawaannya pasti pengen banget beli, ditahan enggak mau beli pas udah sampai rumah pasti kadang suka nyesel kenapa tadi enggak beli dan segala macamnya lah.

         Kalau hobi itu enggak kerugiin diri kita sendiri sih enggak apa-apa mau seterusnya juga. Tapi kalau udah ngerugiin kita, harus banget dihindari mau tidak mau. Apalagi kalau sudah menyangkut sama kesehatan didalam diri kita. Kesehatan juga salah satu hal berharga didalam diri. Jadi, carilah hobi kalian yang tidak membuat rugi kalau bisa sih yang menguntungkan kalian.



Ini salah satu gambar cupcakes sama rainbow cake dari salah satu seseorang ;;) hihihihi, kalau yang ini belinya disalah satu home made anak gunadarma, rasanya enggak kalah sama yang dijual toko-toko yang udah terkenal loh.
Bisakah saat ini anda menjaga kebersihan di lingkungan sekitar ?

Banyak warga ibukota Indonesia tepatnya yang sering terjadi kebanjiran yaitu DKI Jakarta dengan penduduk yang bis di bilang lebih banyak dari pada penduduk di wilayah lain. Tetapi apakah dengan lebih banyaknya penduduk diwilayah ibukota ini, membuat wilayah akan tampak bersih atau sebaliknya ?

Ya bisa dilihat dari seringnya terjadi kebanjiran bahwa warga ibukota Jakarta ini sering kali lalai untuk menjaga kebersihan wilayahnya sendiri. Sehingga membuat wilayah ibukota ini sering mengalami kebanjiran. Dan mereka warga ibukota sering tidak menyadari bahwa penyebab terjadinya banjir karena ulah mereka sendiri.

Terkadang mereka menyalahkan pemerintah daerah yang tidak memperhatikan wilayah mereka. Seharusnya mereka yang memperhatikan wilayahnya sendiri dengan menjaga kebersihan, membuang sampah pada tempatnya, tidak membangun rumah dibataran kali, dan melakukan kerja bakti setiap minggu atau sabtu.

Mungkin sudah sangat sedikit sekali kesadaran penduduk ibukota Jakarta untuk peduli kepada lingkungannya. Anak-anak kecil pun sekarang dengan enaknya membuang sampah jajanan mereka kedalam selokan depan rumahnya atau sering kali dibuang didepan selokan rumah orang lain. Bagaimana ingin menghindari Jakarta dari kebanjiran jika warganya kebanyakan seperti ini ?

Sering terjadi pula warga yang merugikan warga lain seperti tetangganya. Dan mereka tidak mau disalahkan walaupun itu salah mereka. Kalau memang tidak bisa menjaga kebersihannya sendiri bagaimana mau menjaga kebersihan wilayahnya. Setidaknya jangan lah merugikan orang lain dengan kelalaian kalian.

Dan ada pula warga yang membangun atau memperbaiki rumahnya, tetapi mereka tidak sadar telah mengotori lingkungannya. Seperti contohnya banyak bahan bahan bangunan seperti pasir, batu bata atau serpihan tembok yang rubuhkan masuk kedalam selokan. Mereka tidak sadar akan hal itu dan membuat selokan menjadi tersumbat atau terkadang air diselokan menjadi tinggi sehingga saat terjadi hujan selokan akan mudah kejalan. Itu dia salah satu kelalaian warga masyarakat terhadap lingkungannya. Itu seperti hal kecil yang berakibat hal besar. Dan membuat banyak orang merasakan kerugian atas kelalaian itu. Setidaknya mereka harus membersihkan selokan tersebut sesudah pembangunan selsai dikerjakan. Dan membuang serpihan bangunan tersebut ketempat yang seharusnya. Tidak sembarang meninggalkan seperti itu. Ada lagi kejadian entah itu sipemilik rumah yang menyuruh atau tukang yang mengerjakan bangunan tersebut. Jadi orang yang membangun rumah itu, membuang serpihan bekas tembok runtuhan kedalam tempat sampah depan rumahnya. Mungkin sang pemilik tempat sampah awalnya tidak menyadari hal tersebut, lama kelamaan ketika dia membuka penutup tempat sampahnya ternyata sudah penuh dengan serpihan bangunan rumah itu. Entah hal itu kenapa bisa terjadi.

Semua hal terjadi karena ulah dari mereka sendiri yang menempati wilayah tersebut, walaupun tidak suka dengan pernyataan tersebut. Tetapi ini kenyataan atau bisa dbilang fakta. Tidak mungkin sesuatu hal terjadi dengan tiba-tiba atau bukan ulah dari sesorang. Pernyataan tersebut bisa dibilang mustahil.






Tepat Waktu
          Tepat waktu merupakan hal yang berharga. Karena kalau kita tepat waktu berarti kita sudah bisa bertanggung jawab dengan apa yang harus kita perbuat atau kita kerjakan. Jika kita sudah terbiasa dengan tepat waktu dan biasa untuk bertanggung jawab itu merupakan hal penting dalam apa pun. seperti jam masuk sekolah, jam masuk kantor dan kuliah pun juga harus tepat waktu. Jika janjian sama seseorang pun seharusnya kita tepat waktu walaupun orang terdekat kita.

            Saat kita mempunyai tugas atau pekerjaan rumah yang harus diberikan sesuai tanggal yang sudah ditentukan pun harus kitaberikan dengan tepat waktu. Tidak mengulur-ngulur waktu untuk mengerjakannya.

            Itulah yang berupa latihan kecil untuk anak-anak agar bisa lebih menhargai waktu dan memberikan tugas rumah dengan tepat waktu. Sehingga mereka juga berlatih tanggung jawab dalam hal yang seharusnya mereka kerjakan.

            Mungkin dari kecil kita sudah dilatih supaya bisa tepat waktu, dan seharusnya sampai sekarang pun kita bisa melakukan itu. Akan tetapi, semakin dewasanya seseorang bisa membuat orang tersebut malas dan suka untuk mengulur-ngulr waktu untuk mengerjakan sesuatu atau hal lain. Contohnya mahasiswa yang seharusnya mengumpulkan tugas hari ini dan kesekian, akan tetapi ada saja alasan untuk diberikan waktu lagi untuk mengumpulkan tugas dan beralasan belum diprint. Seharusnya karena mereka tahu tugas tersebut dikumpulkan hari ini, mereka sudah mempersiapkannya sebelum hari ini.


            Bisa dikatakan bahwa semakin bertambahnya umur sesorang membuat mereka lebih suka mengulur waktu dan tidak menepati waktu. Hargailah waktu yang anda punya sebaik-baiknya, waktu itu merupakan salah satu hal terpenting dalam hidup ini. J
Ketertiban Saat Ini
            Semakin banyaknya orang-orang saat ini, dan semakin tinggi perekonomian di Indonesia. Tetapi dari itu pun, banyak orang-orang yang sudah canggih menggunakan barang-barang yang peraktis untuk berjualan atau pun pergi. Sehinnga dengan itu pula, banyak kendaraan seperti sepeda motor dan mobil terbeli untuk dipergunakan berjualan. Dan dari situpun disadari atau tidaknya oleh masyarakat, kemacetan semakin bertambah di Indonesia. Apalagi kalau kita melihat daerah Ibukota Indonesia.
            Karena semakin banyaknya kendaraan yang dipergunakan untuk berjualan ataupun berpergian, maka semakin banyak pula orang-orang yang tidak bisa tertib dan menyadari adanya ketertiban lalu lintas.
            Mungkin penjual ataupun orang yang mampu membeli sepeda motor atau mobil akan mempergunakannya kendaraan tersebut, tapi yang tidak pun masih mempergunakan alat seperti gerobak yang didorong-dorong untuk berjualan dan masih banyak orang yang menggunakan angkutan untuk bepergian ataupun bekerja. Disini dapat kita lihat pengalaman orang-orang yang berjualan dengan gerobak dan orang yang masih menggunakan angkutan umum.
            Kalau dilihat dari pengalaman mereka ketika berada dijalan raya, mereka bilang banyak orang yang menggunakan kendaraaan bermotor ataupun mobil yang tidak menyadari adanya orang berjalan kaki. Atau terkadang ketika orang menyebrang benar dan diberikan jalan untuk menyebrang, tiba-tiba ada orang yang egois muncul dan ngebut mengendarai sepeda motor sehingga orang yang berjalan kaki pun ingin terserempet. Dan disitu pengendara sepeda motor itu tidak meminta maaf atau apa, dia tidak sadar akan kesalahannya dan dia malah balik memarahi atau membentak orang pejalan kaki tersebut.
            Kalau dari cerita diatas, bisa kita tanyakan.  Masih kah ada kesadaran akan tata tertib dilalu lintas ini ?
            Mungkin sebagian orang masih sadar dan tidak mementingkan kepentingannya sendiri. Sedangkan sekarang kebanyakan orang yang lebih egois dan mementingkan diri mereka sendiri. kalau seperti ini, seharusnya negara Indonesia memberikan peraturan dan pajak-pajak yang tinggi untuk yang mempunyai kendaraan bermotor. Karena resiko terjadinya kecelakaan oleh orang pejalan kaki saat ini tinggi. Di negara Indonesia ini pemerintahan kurang tegas untuk dapat mengendalikan ketertiban yang ada. Pihak aparat lalu lintas pun terjaga dan mengawasi lalu lintas pun sering tidak terlihat.
            Bagaimana orang dapat melaporkan keaparat lalu lintas jika sewaktu-waktu ada seseorang yang mungkin tidak menaati peraturan lalu lintas. Banyak pula pengendara sepeda motor yang menggunakan jalan salah atau memotong jalan karena hanya ingin dekat dengan tempat tujuan mereka. Mungkin sekarang lebih banyak pengendara sepeda motor yang tidak sadar akan adanya peraturan.